Hasil Penelitian Penelitian Daun kersen

Daun Kersen dan Mimba Liar Pasuruan Kaya Antioksidan, Ungkap Peneliti UNU Pasuruan

AS
LPPM Admin Manager
Penulis
30 Agustus 2025
3 min read
8 views
Image of Daun Kersen dan Mimba Liar Pasuruan Kaya Antioksidan, Ungkap Peneliti UNU Pasuruan

Pasuruan – Tumbuhan liar yang mudah ditemui di sekitar rumah ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber antioksidan alami. Peneliti Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menemukan bahwa ekstrak daun kersen dan daun mimba asal Pasuruan memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat kuat.

Penelitian ini dilakukan oleh Nadya Rizkita, Diana Novita Sari, dan Daning Kinanti Sutama dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik UNU Pasuruan. Hasilnya terbit di Journal of Applied Agricultural Science and Technology Volume 9 Nomor 3 pada 24 Agustus 2025.

Tiga Tanaman Obat Tradisional

Tim meneliti tiga tumbuhan liar yang sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, yaitu mimba (Azadirachta indica), anting-anting (Acalypha indica), dan kersen atau talok (Muntingia calabura). Ketiganya kerap digunakan masyarakat untuk mengatasi berbagai keluhan, mulai dari peradangan, infeksi, hingga gangguan gula darah.

Menurut para peneliti, meski banyak digunakan, kandungan kimia ketiga tanaman ini belum dikaji secara menyeluruh. Belum ada pula penelitian yang secara khusus mengkaji tumbuhan liar tersebut dari wilayah Pasuruan, tempat ketiganya tumbuh melimpah.

Daun ketiga tanaman diperoleh dari petani di Pasuruan, dikeringkan, lalu dihaluskan menjadi serbuk. Serbuk tersebut kemudian diekstrak menggunakan etanol dengan metode Soxhlet selama empat jam pada suhu 70 derajat Celsius.

Kersen dan Mimba Paling Unggul

Hasil pengujian menunjukkan ketiga ekstrak daun mengandung beragam senyawa aktif, antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, dan steroid. Senyawa-senyawa ini dikenal berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Daun kersen mencatat kandungan fenolik tertinggi, yakni 269,88 mg GAE per gram ekstrak, disusul mimba (258,26 mg GAE/g) dan anting-anting (220,16 mg GAE/g). Sementara itu, kandungan flavonoid tertinggi ditemukan pada daun mimba sebesar 676,34 mg CE per gram ekstrak, diikuti kersen (577,82 mg CE/g) dan anting-anting (259,40 mg CE/g).

Dalam uji kemampuan menangkal radikal bebas, ekstrak daun kersen dan mimba masuk kategori sangat kuat dengan nilai IC50 masing-masing 31,16 ppm dan 32,76 ppm. Nilai IC50 menunjukkan konsentrasi ekstrak yang dibutuhkan untuk menetralkan separuh radikal bebas; semakin kecil angkanya, semakin kuat daya antioksidannya. Adapun ekstrak daun anting-anting tergolong sedang dengan nilai IC50 107,71 ppm.

Analisis spektroskopi inframerah (FTIR) turut memperkuat temuan ini dengan mendeteksi gugus fungsi khas senyawa fenolik dan flavonoid. Analisis tersebut juga memperlihatkan bahwa proses ekstraksi berhasil menarik senyawa aktif dari daun.

Peluang untuk Industri Pangan dan Farmasi

Para peneliti menilai ketiga tanaman berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami bagi industri farmasi, pangan, dan kosmetik, yang kini makin melirik bahan alami sebagai alternatif antioksidan sintetis.

Meski demikian, hasil ini masih berasal dari uji laboratorium. Tim menyarankan penelitian lanjutan untuk mengisolasi senyawa aktif utama serta melakukan uji toksisitas sebelum ekstrak dapat dimanfaatkan secara aman.

Penelitian ini didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Penelitian Dosen Pemula tahun 2024, dengan dukungan fasilitas laboratorium UNU Pasuruan.

Bagikan artikel:
LPPM Admin Manager
PENULIS ARTIKEL

LPPM Admin Manager

Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.