Sinergi Teknologi Pirolisis–Biomassa: Solusi Pengolahan Sampah Plastik Berbasis Komunitas di Desa Manikrejo
Teknologi Pirolisis Pemberdayaan Masyarakat Sampah Plastik

Sinergi Teknologi Pirolisis–Biomassa: Solusi Pengolahan Sampah Plastik Berbasis Komunitas di Desa Manikrejo

AS
LPPM Admin Manager
Penulis
28 Desember 2025
2 min read
6 views
Image of Sinergi Teknologi Pirolisis–Biomassa: Solusi Pengolahan Sampah Plastik Berbasis Komunitas di Desa Manikrejo

PASURUAN – Masalah sampah plastik di Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso, kini dikelola melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi pirolisis–biomassa. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini hadir untuk mengubah pola pikir masyarakat yang sebelumnya terbiasa membakar sampah plastik—tindakan yang melepaskan asap beracun dan membahayakan kesehatan—menjadi aktivitas pengolahan limbah yang bernilai ekonomi.

Program ini dipimpin oleh Sofiyulloh, M.Pd. dari STAI Salahuddin Pasuruan bersama Enik Sulistyowati, ST., MT. dari UNU Pasuruan. Kolaborasi ini mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan partisipasi aktif warga desa untuk menciptakan kemandirian dalam pengelolaan lingkungan.

Tim pelaksana memperkenalkan reaktor pirolisis sederhana yang dirancang agar mudah dioperasikan oleh masyarakat pedesaan. Teknologi ini memanfaatkan panas dari sumber biomassa lokal, seperti kayu bakar atau sekam padi, untuk memanaskan sampah plastik tanpa oksigen.

Melalui proses gotong royong, warga diajak membangun sendiri reaktor tersebut menggunakan bahan bekas seperti drum dan pipa aluminium. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya operasional tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap solusi teknologi yang mereka gunakan.

Implementasi teknologi ini telah memberikan hasil nyata yang dapat langsung dirasakan oleh warga Desa Manikrejo. Berdasarkan hasil simulasi, setiap 5 kg sampah plastik dapat dikonversi menjadi dua produk utama, pertama, minyak Pirolisis yakni cairan berwarna kuning hingga kecokelatan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga untuk menggantikan LPG atau minyak tanah. Kedua, Biochar, yaitu residu padat karbon yang berfungsi sebagai pupuk penyubur tanah guna mendukung sektor pertanian warga.

Evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta pelatihan kini mampu mengoperasikan reaktor secara mandiri dan melaporkan penurunan volume sampah plastik di lingkungan mereka. Keberlanjutan program ini akan dikelola oleh kelompok pengelola sampah desa untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat dan kebersihan sungai.

Kegiatan pengabdian ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI melalui program bantuan Litabmas/Litabdimas. Sinergi antara kementerian, perguruan tinggi, dan masyarakat desa ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mewujudkan kemandirian energi dan kelestarian lingkungan

Bagikan artikel:
LPPM Admin Manager
PENULIS ARTIKEL

LPPM Admin Manager

Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.