Terapkan Metode REL, Tim PKM STAI Salahuddin dan Pesantren At-Taubah Berhasil Hadirkan Ruang Aman Spiritual bagi Lansia
KEDIRI – Tim Pengabdian Masyarakat dari STAI Salahuddin Pasuruan bersinergi dengan Pesantren At-Taubah, Desa Puncu, Kecamatan Kepung, sukses menginisiasi program optimalisasi pembelajaran Al-Quran bagi lansia yang berbasis pada pengalaman religius. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengatasi hambatan akses pendidikan agama bagi warga senior melalui pendekatan Religious Experience Learning (REL) yang dirancang secara khusus agar ramah terhadap kondisi fisik dan psikis lansia. Dalam kemitraan ini, STAI Salahuddin berperan dalam pengembangan metodologi Service Learning yang reflektif, sementara Pesantren At-Taubah menyediakan ekosistem pendukung dan basis komunitas yang kuat bagi para peserta.
Sinergi kedua lembaga ini terwujud dalam kolaborasi tim pengajar yang komplementer, di mana Ustadz Aziz selaku pengasuh senior Pesantren At-Taubah memberikan legitimasi keagamaan dan kenyamanan kultural bagi para santri lansia. Di sisi lain, tim pendamping mengintegrasikan aspek psikologis melalui peran Ibu Mahmudah yang secara aktif memantau kesehatan mental peserta dan menciptakan suasana belajar yang inklusif. Khoirun Nasihin, salah satu tim pendamping dari STAI Salahuddin Pasuruan, menekankan bahwa integrasi antara otoritas pesantren dan pendekatan humanis perguruan tinggi ini berhasil membangun psychological safety, sehingga lansia tidak lagi merasa malu atau tertekan dalam proses belajar.
Implementasi di lapangan menunjukkan betapa eratnya kerja sama ini, di mana infrastruktur pesantren seperti musholla diatur secara ergonomis sesuai kebutuhan lansia melalui koordinasi intensif dengan tim pengabdi. Program ini juga mengaktifkan peran santri remaja putri di Pesantren At-Taubah sebagai sistem pendukung sosial yang membantu mobilitas para lansia dan menciptakan ikatan lintas generasi yang bermakna. Melalui bimbingan bersama, para lansia diajak untuk tidak hanya mengejar literasi tekstual, tetapi juga literasi eksistensial yang menghubungkan pesan-pesan Al-Quran dengan hikmah perjalanan hidup mereka.
Hasil dari kolaborasi intensif selama tiga bulan ini memberikan dampak yang holistik, di mana peserta melaporkan peningkatan kedamaian batin (sakinah), rasa percaya diri, dan penurunan kecemasan menghadapi akhir hayat. Keberhasilan ini juga ditandai dengan momen sakral khataman Al-Quran yang menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi pesantren mampu memulihkan martabat serta semangat belajar sepanjang hayat bagi kaum lansia. Program ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag RI, sebagai model percontohan pengabdian masyarakat yang inklusif dan transformatif.
LPPM Admin Manager
Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.
Artikel Terkait
Lihat Semua