Scopus Jurnal Ilmiah

Dosen UNU Pasuruan Dibekali Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi

AS
LPPM Admin Manager
Penulis
12 September 2025
3 min read
9 views
Image of Dosen UNU Pasuruan Dibekali Strategi Menembus Jurnal Internasional Bereputasi

Pasuruan – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen dalam Penulisan Karya Ilmiah Terpublikasi di Jurnal Internasional Bereputasi pada Jumat (12/9/2025). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Brawijaya. Mereka adalah Prof. Setyo Tri Wahyudi, Ph.D., dari Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Kuswanto, Editor in Chief Agrivita: Journal of Agricultural Science (terindeks Scopus dan WoS) sekaligus Ketua AJPI dan HEBII.

Workshop ini bertujuan memperkuat kemampuan dosen dalam menghasilkan artikel ilmiah yang layak terbit di jurnal bereputasi. Selain menyebarkan hasil penelitian, publikasi juga menjadi syarat penyelesaian studi dan kenaikan jabatan akademik.

Etika sebagai Fondasi Publikasi

Pada sesi pertama, Prof. Setyo Tri Wahyudi membawakan materi “Etika Penelitian dan Publikasi Ilmiah”. Ia menjelaskan bahwa etika penelitian bertumpu pada empat prinsip, yaitu integritas, penghormatan, keadilan, dan kesejahteraan. Prinsip-prinsip ini mengatur cara peneliti memperlakukan subjek penelitian, menjaga kerahasiaan dan privasi, memperoleh persetujuan partisipan, serta menghindari konflik kepentingan dan plagiarisme.

Menurutnya, plagiarisme kini mudah terdeteksi melalui perangkat seperti Turnitin dan Crossref Similarity Check, tetapi juga mudah dihindari. Peneliti boleh memakai ide dan argumen dari sumber lain asalkan menyebutkan penulis aslinya dan memberi tanda kutip pada teks yang disalin langsung.

Ia juga menguraikan alur publikasi jurnal, mulai dari penyusunan draf, pemilihan jurnal sasaran berdasarkan aim and scope, hingga proses review dan revisi. Ia mengingatkan peserta untuk mewaspadai jurnal predator. Kualitas jurnal dapat dicek melalui indeksasi Scopus atau Web of Science dan peringkat di SCImago.

Kebaruan Menentukan Kelayakan Terbit

Sesi kedua diisi Kuswanto dengan materi “Tips dan Trik Menulis Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi Bidang Eksakta”. Ia menegaskan bahwa penelitian baru bisa dikatakan selesai jika hasilnya sudah dipublikasikan atau didiseminasikan. Penelitian yang baik akan layak terbit (publishable), dan publikasi yang baik akan layak dikutip (citeable).

Kuswanto menyebut empat pilar substansi publikasi. Keempatnya adalah kualitas yang mencakup kebaruan dan kontribusi ilmiah, cara penulisan, keprimeran dan kemutakhiran referensi, serta kepatuhan pada standar etika. Ia juga menyoroti kesalahan yang sering dilakukan penulis, yaitu menulis artikel lebih dulu baru mencari jurnal tujuan. Akibatnya, naskah tidak sesuai dengan panduan dan gaya selingkung jurnal tersebut.

“Cari jurnal tujuan dulu, pelajari aim and scope, template, dan panduannya, baru menulis,” pesannya.

Ia menyarankan peserta menyiapkan tabel dan gambar sebelum menulis narasi, karena data akan memandu alur gagasan dalam artikel. Ia juga mengingatkan agar kesimpulan menjawab tujuan penelitian dan merumuskan kebaruan, bukan sekadar mengulang hasil uji statistik. Abstrak sebaiknya ringkas dan memuat latar belakang, tujuan, metode, serta hasil. Kata kunci perlu mencerminkan konsep penting artikel agar mudah ditemukan pembaca.

Di akhir paparannya, Kuswanto menitipkan pesan kepada para dosen: “Apalah arti penelitian tanpa publikasi, dan apalah arti publikasi tanpa sitasi.”

Melalui workshop ini, UNU Pasuruan berharap jumlah dan kualitas publikasi dosennya di jurnal internasional bereputasi terus meningkat, sehingga hasil riset kampus semakin luas manfaatnya bagi pengembangan ilmu dan masyarakat.

Bagikan artikel:
LPPM Admin Manager
PENULIS ARTIKEL

LPPM Admin Manager

Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.