ITSNU Pasuruan Kembangkan Jamu Instan Daun Mimba sebagai Inovasi Produk Unggulan Desa Jatirejo

PASURUAN — Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi produk bernilai tambah merupakan salah satu pendekatan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan berhasil mengembangkan inovasi produk herbal berupa Jamu Instan Intaran berbahan dasar daun mimba di Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Inovasi tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan keberadaan pohon mimba yang memiliki potensi sebagai bahan baku produk herbal tradisional. Pengembangan produk diarahkan untuk menghasilkan olahan yang lebih mudah diterima masyarakat, terutama melalui perbaikan karakteristik rasa dan aroma.
Produk Jamu Instan Intaran menjadi salah satu hasil pengembangan potensi desa yang diperkenalkan kepada pemerintah dan masyarakat setempat sebagai alternatif inovasi produk lokal.
Mengoptimalkan Potensi Tanaman Lokal melalui Inovasi Pangan
Koordinator pengembangan produk, Hasanah, menjelaskan bahwa keberadaan tanaman mimba di Desa Jatirejo belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, sebagian masyarakat sebenarnya telah mengenal pemanfaatan daun mimba sebagai bahan jamu tradisional. Namun, karakteristik rasanya yang pahit menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan produk.
Kondisi tersebut mendorong tim ITSNU Pasuruan melakukan serangkaian percobaan untuk menghasilkan formulasi jamu dengan cita rasa yang lebih nyaman dikonsumsi.
Proses pengembangan tidak berlangsung secara instan. Tim melakukan beberapa kali percobaan dan penyempurnaan sebelum memperoleh hasil olahan yang kemudian diperkenalkan kepada masyarakat.
Pendekatan ini menunjukkan pentingnya inovasi berbasis potensi lokal, khususnya dalam mengembangkan bahan alam yang telah dikenal masyarakat menjadi produk dengan karakteristik yang lebih sesuai dengan preferensi konsumen.
Jamu Instan Intaran sebagai Produk Inovasi Berbasis Desa
Pengembangan Jamu Instan Intaran menjadi bentuk pemanfaatan potensi tanaman lokal melalui pengolahan produk herbal tradisional.
Selain mempertimbangkan aspek rasa, tim pengembang juga memberikan perhatian terhadap aroma produk agar lebih dapat diterima oleh masyarakat.
Hasanah turut menjelaskan sejumlah manfaat kesehatan yang secara tradisional dikaitkan dengan penggunaan daun mimba, antara lain berkaitan dengan aktivitas antioksidan, perawatan kulit, dan keluhan pencernaan.
Meskipun demikian, manfaat kesehatan tersebut masih memerlukan pembuktian ilmiah sesuai karakteristik dan formulasi produk. Pengembangan lebih lanjut juga perlu mempertimbangkan aspek keamanan, mutu, dan kelayakan konsumsi sebelum produk dipasarkan secara luas.
Melalui kegiatan ini, pemanfaatan tanaman lokal tidak hanya dilihat dari sisi ketersediaan bahan baku, tetapi juga dari peluang pengembangan produk yang memiliki identitas dan potensi ekonomi bagi masyarakat desa.
Mendapat Apresiasi Pemerintah Desa Jatirejo
Hasil inovasi tersebut mendapat tanggapan positif dari Kepala Desa Jatirejo, Ainul Yaqin, yang mengapresiasi upaya tim ITSNU Pasuruan dalam mengembangkan produk berbasis potensi desa.
Menurut Ainul Yaqin, produk jamu yang diperkenalkan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan olahan daun mimba yang selama ini dikenal masyarakat.
Ia menilai rasa produk telah mengalami perubahan sehingga lebih nyaman dikonsumsi, dengan aroma yang tidak lagi terlalu kuat dan karakteristik rasa menyerupai teh.
Pemerintah Desa Jatirejo juga menyampaikan keinginan untuk mengembangkan hasil inovasi tersebut menjadi salah satu produk unggulan desa.
Gagasan tersebut membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal sebagai dasar pengembangan usaha produktif masyarakat, meskipun realisasi pengembangan usaha dan dampak ekonominya masih memerlukan tindak lanjut.
Penguatan Kolaborasi Akademik dan Pemberdayaan Masyarakat
Dosen pendamping kegiatan, Zainullah Zuhri, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim dalam mengembangkan produk jamu berbahan dasar daun mimba.
Ia menjelaskan bahwa proses pengembangan produk dilakukan melalui diskusi dan kerja bersama selama hampir satu bulan.
Proses tersebut mencerminkan penerapan pengetahuan akademik dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam mengoptimalkan bahan alam yang tersedia di lingkungan desa.
Zainullah juga berharap hasil inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya apabila dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Dalam perspektif pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini memperlihatkan keterhubungan antara pengembangan produk, pemanfaatan sumber daya lokal, dan upaya peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Mendorong Hilirisasi Inovasi dan Produk Unggulan Desa
Pengembangan Jamu Instan Intaran memiliki relevansi dengan upaya hilirisasi inovasi berbasis potensi desa, yaitu proses pengembangan gagasan atau hasil penerapan ilmu pengetahuan menjadi produk yang memiliki peluang dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan tanaman mimba sebagai bahan baku lokal memberikan peluang bagi Desa Jatirejo untuk mengembangkan identitas produk yang memiliki keterkaitan dengan kekayaan sumber daya alam setempat.
Namun, pengembangan menuju produk usaha memerlukan tahapan lanjutan, termasuk standardisasi proses produksi, pengujian mutu dan keamanan, pengemasan, serta pemenuhan ketentuan perizinan yang berlaku.
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan ITSNU Pasuruan pada 2022 ini menjadi bagian dari rekam jejak kontribusi perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan dan potensi masyarakat.
Melalui pengembangan Jamu Instan Intaran, perguruan tinggi turut menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang mempertemukan pengetahuan akademik, kreativitas pengolahan bahan lokal, dan peluang pengembangan ekonomi desa.
LPPM Admin Manager
Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.
Artikel Terkait
Lihat Semua