Jembatani Kesenjangan Belajar Matematika, Tim Dosen UNU Pasuruan Kembangkan E-Modul Berbasis AI
Pasuruan, LPPM UNU Pasuruan
Tim peneliti dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan mengembangkan inovasi bahan ajar digital berupa modul elektronik (e-modul) terintegrasi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mahasiswa menguasai pembuktian induksi matematika. Inovasi ini dirancang khusus untuk mengikis hambatan kognitif dan penalaran logis yang kerap dihadapi mahasiswa saat menempuh mata kuliah Teori Bilangan.
Penelitian pengembangan berbasis teknologi pendidikan ini dilaksanakan berdasarkan judul penelitian "PENGEMBANGAN E-MODUL INDUKSI MATEMATIKA BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN".
Adapun susunan tim peneliti dan kolaborator penulis artikel dalam riset ini terdiri dari:
Ketua Peneliti: Mayang Sari, M.Pd. (UNU Pasuruan)
Anggota Peneliti: Isnawati Lujeng Lestari, S.Pd., M.Si. (UNU Pasuruan)
Tim Penulis & Kolaborator Artikel: Gusti Uripno (Universitas PGRI Ronggolawe Tuban), Siti Suprihatiningsih (Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Landak), serta Firda Hariyanti (UNU Pasuruan).
Pelaksanaan riset ini berhasil memperoleh dukungan pendanaan skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan total anggaran hibah sebesar Rp38.010.000,00.
Hasil akhir riset ini dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi Sinta 3, yaitu Indonesian Journal of Mathematics Education (IJOME), dengan judul artikel "AI-Enhanced Electronic Modules Bridge Mathematical Induction Learning Gap".
Ketua Tim Peneliti, Mayang Sari, M.Pd., mengungkapkan bahwa e-modul ini disusun menggunakan paradigma pengembangan ADDIE melalui platform Canva dengan mengintegrasikan berbagai perangkat AI canggih seperti WolframAlpha, Interactive Theorem Provers, dan ChatGPT. Fitur-fitur tersebut difungsikan untuk memberikan umpan balik personal secara real-time, memfasilitasi jalur belajar adaptif, serta menyediakan petunjuk dialogis saat mahasiswa mengalami kesulitan.
Melalui serangkaian pengujian, riset ini memperoleh skor validasi akhir sebesar 3,55 dari skala 4,00 (tingkat kevalidan 88,8%) dari para ahli materi, media, bahasa, dan pembelajaran. Capaian ini menempatkan produk e-modul tersebut dalam kriteria "Sangat Valid" dan siap diimplementasikan untuk mendukung kemandirian belajar mahasiswa.
Inovasi ini diharapkan mampu menjadi terobosan pembelajaran yang efektif dalam menjembatani kesenjangan antara penalaran matematika yang kompleks dengan tingkat pemahaman mahasiswa di era digital.
Penulis: Makhfud Syawaludin
LPPM Admin Manager
Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.
Artikel Terkait
Lihat Semua