Restorasi Ekosistem Pesisir: Pendidikan Biologi UNU Pasuruan Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Lekok
Konservasi Mangrove Riset Ekosistem Pengabdian Masyarakat UNU Pasuruan.

Restorasi Ekosistem Pesisir: Pendidikan Biologi UNU Pasuruan Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Lekok

AS
LPPM Admin Manager
Penulis
29 Juli 2025
2 min read
1 views
Image of Restorasi Ekosistem Pesisir: Pendidikan Biologi UNU Pasuruan Tanam 2.500 Bibit Mangrove di Lekok


LEKOK – Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melaksanakan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman 2.500 bibit mangrove di pesisir Pantai Dusun Sanggaran Barat, Desa Tambak Lekok, Selasa (29/07/2025). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia ini merupakan bentuk integrasi antara riset ilmiah dan pengabdian masyarakat guna mengatasi degradasi kawasan pesisir.

Penanggung Jawab Program, Nurlina Safitri, menjelaskan bahwa aksi konservasi ini didasarkan pada serangkaian riset ilmiah yang dilakukan dosen dan mahasiswa untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati dan kualitas lingkungan di lokasi tersebut.

“Penelitian yang dilakukan mahasiswa ini menjadi dasar ilmiah untuk menentukan strategi rehabilitasi yang tepat. Dengan pendekatan ilmiah ini, konservasi mangrove tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga berdasarkan data dan analisis ekosistem secara menyeluruh,” ujar Nurlina yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Biologi.

Selain sebagai upaya rehabilitasi, program ini berfungsi sebagai langkah mitigasi bencana serta perlindungan benteng alami bagi pemukiman nelayan dari ancaman abrasi dan kenaikan permukaan air laut. Sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Indonesia Power, hingga masyarakat setempat memperkuat keberlanjutan program ini.

Rektor UNU Pasuruan, Abu Amar Bustomi, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengalaman lapangan otentik ini adalah perwujudan visi universitas untuk mencetak lulusan yang peka terhadap realitas ekologi.

“Konservasi mangrove ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pendekatan ilmiah dan kolaboratif bisa berjalan bersamaan. UNU Pasuruan menunjukkan bahwa kampus bukan hanya pusat pembelajaran, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat,” tandas Doktor Ilmu Sosial tersebut.

Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama, seperti IPNU, IPPNU, CBP, dan KPP, sebagai bentuk praktik ekopedagogi yang membumi bagi generasi muda di Kabupaten Pasuruan.

Bagikan artikel:
LPPM Admin Manager
PENULIS ARTIKEL

LPPM Admin Manager

Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.