Terobosan UNU Pasuruan dan UM: Manfaatkan Mikroorganisme Lokal Pasuruan Urai Limbah Polistirena

Pasuruan, LPPM UNU Pasuruan
Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dengan menggandeng Prodi Bioteknologi Departemen Sains Terapan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (06/11/2024). Melalui raihan hibah Matching Fund, tim akademisi ini menjalankan penelitian kolaboratif bertajuk “Eksplorasi Bakteri Indigenous Pendegradasi Polystyrene dari Sedimen Mangrove di Pasuruan”.
Langkah strategis yang diambil UNU Pasuruan ini didasari oleh permasalahan mendesak di wilayah pesisir setempat. Kepala Departemen Sains Terapan FMIPA UM, Prof. Evi Susanti, memaparkan bahwa maraknya penggunaan plastik polistirena (PS) atau styrofoam oleh masyarakat tidak diimbangi dengan kesadaran memilah sampah serta mengurangi pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dampaknya, kawasan mangrove Pasuruan yang menjadi muara aliran air daratan mengalami penumpukan limbah plastik yang parah. Persoalan pencemaran lingkungan ini menjadi tantangan berat bagi Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Kota Pasuruan, sehingga UNU Pasuruan bersama mitra tergerak untuk menghadirkan solusi biologis berbasis pemanfaatan bakteri lokal.
Dalam pelaksanaan riset tersebut, dosen THP UNU Pasuruan, Fahimatul Ulya, mengungkapkan bahwa tim telah berhasil menemukan dan mengidentifikasi isolat bakteri unggulan berkode PLUMA1. Bakteri lokal potensial yang memiliki kemiripan genetik dengan Sphingomonas sp. ini terbukti mampu menguraikan material polistirena hingga 1,288% dalam kurun waktu 15 hari. Fahimatul Ulya menegaskan bahwa riset ini sangat krusial mengingat Pasuruan memiliki kawasan pesisir yang luas. Hasil penelitian ini secara langsung mendukung kebijakan Pemkab Pasuruan dalam mereduksi sampah plastik laut, sekaligus sejalan dengan implementasi Perda Kota Pasuruan Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah.
Dekan Fakultas Teknik UNU Pasuruan turut menegaskan bahwa keberhasilan kolaborasi riset ini menjadi percontohan ideal kerja sama antar-perguruan tinggi dalam memberikan solusi konkret atas krisis lingkungan. Selain memperkaya pengalaman para mahasiswa UNU Pasuruan dalam riset berbasis kolaborasi, penelitian ini membukan jalan bagi komersialisasi dan pengembangan teknologi ramah lingkungan berbasis mikroorganisme lokal.
Penelitian berkesinambungan yang digarap akademisi UNU Pasuruan dan UM ini dirancang secara bertahap dalam peta jalan (roadmap) empat tahun:
Tahun 2023: Berfokus pada kegiatan eksplorasi di beberapa kawasan mangrove di Pasuruan untuk mengisolasi dan mendapatkan sampel isolat bakteri indigenous yang potensial mendegradasi polistirena.
Tahun 2024: Berfokus pada studi mendalam mengenai faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi tingkat performa biodegradabilitas isolat bakteri tersebut.
Tahun 2025: Dilakukan tahap formulasi konsorsium bakteri pendegradasi polistirena yang dirancang khusus agar sesuai dengan karakter dan kondisi ekologis kawasan mangrove Pasuruan.
Tahun 2026: Memasuki tahap uji coba lapangan biodegradasi limbah plastik secara langsung menggunakan starter konsorsium bakteri, sekaligus melakukan peningkatan performa mikroorganisme melalui pendekatan molekuler.
Penulis: Makhfud Syawaludin
LPPM Admin Manager
Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.
Artikel Terkait
Lihat Semua