UNU Pasuruan Hadirkan Laboratorium Budidaya Echinodermata, Hubungkan Riset Kelautan dengan Pembelajaran

PASURUAN — Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan menghadirkan Laboratorium Budidaya Echinodermata sebagai sarana pengembangan riset sekaligus sumber pembelajaran biologi. Fasilitas beridentitas EchIoT Farm Aquaculture Laboratory ini membuka ruang bagi penguatan pendidikan yang menghubungkan teori dengan pengamatan langsung terhadap biota laut.
Laboratorium tersebut dilengkapi kolam budidaya serta media informasi mengenai biota dan prosedur pengukurannya. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan pengamatan, pengukuran, dan pencatatan data bulu babi, salah satu anggota kelompok Echinodermata.
Pengembangan fasilitas ini berkaitan dengan penelitian dosen Pendidikan Biologi UNU Pasuruan, Endik Deni Nugroho, M.Pd., berjudul “Konvergensi Metabarcoding dan Kemometrik dalam Smart Aquaculture Echinodermata untuk Pangan Fungsional di Perairan Selatan Indonesia”.
Aktivitas penelitian di laboratorium dapat dikembangkan menjadi bahan pembelajaran kontekstual, mulai dari pengenalan keanekaragaman biota laut, teknik pengukuran, hingga pengolahan data. Dengan demikian, proses riset menjadi sumber pengalaman belajar yang mendorong keterampilan ilmiah dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pengembangan laboratorium ini selaras dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan sumber belajar berbasis penelitian; SDGs 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan fasilitas riset; serta SDGs 14: Ekosistem Lautan, melalui kajian budidaya dan pemanfaatan biota laut secara berkelanjutan.
LPPM Admin Manager
Penulis konten dari LPPM UNU Pasuruan yang berdedikasi untuk membagikan informasi terkini seputar penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat.
Artikel Terkait
Lihat Semua